Jadilah Manusia

Posted: June 25, 2010 in artikel islami

Dalam kehidupan di dunia, ada masa kecil dan dewasa. Dan manusia itu memiliki yang namanya akal. Ketika manusia dewasa, mereka akan berfikir menggunakan akal mereka. Dan Allah memberikan keistimewaan  kepada manusia berupa akal dan nafsu. Keduanya ini akan bermanfaat apabila dibarengi dengan iman dan takwa kepada Allah dan juga bisa menjadi monster dikehidupannya.

Akal apabila mengendalikan nafsu tersebut, maka ia akan membawa manusia kepada kebahagiaan dan kesempurnaan, seperti apabila ada seseorang yang berilmu dan memiliki iman dan taqwa maka ia akan menggunakan ilmunya di jalan yang benar dan tidak menyeleweng. Tapi, jika dia berilmu tapi, tanpa iman dan taqwa, maka sama saja dia dengan para koruptor, pemimpin yang dholim dan lain-lain, apakah para koruptor dan pemimpin yang dhalim tidak mempunyai ilmu? Jawabannya tidak. Mereka memiliki ilmu akan tetapi karena dia tidak beriman dan taqwa kepada Allah sehingga tidak tahan dengan godaan-godaan di dunia, dan pada akhirnya terjerumus di dalam lembah dosa. Seperti perkataan Imam Ali as. Apabila manusia menggunakan akalnya maka ia akanlebih mulia daripada malaikat, tapi bila manusia tersebut mengunakan hawa nafsunya, maka ia akan lebih rendah dari pada hewan.

Apalagi pemuda yang dimana pada masa kini dia seperti ombak yang terombang-ambing oleh keadaan. Dan dia masih dalam proses pembentukan karakter. Pemuda pada zaman ini mayoritas menggunakan hawa nafsunya dan minim pemuda  yang menggunakan akalnya. Menjadi manusia itu tidak mudah, karena manusia adalah orang yang mudah diatur, paham kepada kebenaran, tidak keluyuran di jalanan. Manusia itu condong kepada kedamaian, ketenangan.

Tidak seperti pemuda zaman sekarang yang dimana mereka keluyuran, tidak mendengarkan omongan orang tuanya, ugal-ugalan, pacaran, pergaulan bebas, memakai narkoba, membuka aurat di depan umum tidak malu. Ini semua adalah sifat hewani semua, karena hewan itu susah diatur, hidup dijalan-jalan, tidak memakai baju, malas, dan hewan dia tidak ada yang mengatur. Dan dia tidak paham apa yang sedang ia lakukan dan jika manusia melakukan hal yang semacam itu. Maka dia sama seperti hewan. Dan dia bukanlah manusia.!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s