Kematian.

Posted: May 21, 2010 in artikel islami

Dan problem-problem yang dihadapi

Di terangkan dalam ayat-ayat al-qur’an dan riwayat – riwayat hadis bahwa kematian di penui dengan kesulitan,yang al-qur’an menyebutnya “sakarah” dan “ghomarah”:

و جاءت سكرة الموت بالحق,ذلك ما كنت منه تحيد”                                                                   ”

Artinya : “dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya.itulah yang kamu selalu lari darinya.” QS: al- qaff : 19.

“sakarah” dan “ghomarah” bermakna tak sadar dan lupa diri dalam ayat-ayat ini ditafsirkan dengan makna kesulitan-kesulitan. Kematian tak sejenis dengan kesakitan dan kepedihan jasmani,akan tetapi kesulitan tersebut bersifat rohani dan batini dan bahkan lebih berat dari siksaan-siksaan jasmani. Sakit jasmani terasa melalui indra kemudian sampai pada jiwa.akan tetapi siksaan batini itu membakar diri. Melainkan lebih parah sakit batin dari pada sakit jasmani. Jadi siksaan di akhirat maupun di alam kubur itu lebih dahsyat dari pada di dunia.karena di akherat dan di alam kubur siksaa-siksaan yang ada itu bersifat rohani.

Kesulitan yang di alami manusia saat akan berpisah dengan dunia ada 4 faktor :

1. meninggalkan semua perolehan semasa kita hidup,seperti rumah,kekayaan,harta    benda,istri,anak-anak,serta segala sesuatu yang berhubungan dengan duniawi lainya.

Untuk memperolehnya manusia berjuang selama masa hidupnya dengan harapan di akhir hayatnya mendapatkan keuntungan hasil jeri payahnya tersebut.cinta pada pada hasil duniawi tersebut telah mengakar dalam dirinya, sehingga meninggalkannya akan terasa amat menyakitkan bagi dirinya, ketika menyaksikan kematian datang,ia harus melepas semua hasil yang ia peroleh di dalam hidupnya,sedangkan ia belum siap dengan kematiannya, karena ia sibuk mencari harta duniawi siang dan malam dan dengan tangan kosong pergi menuju alam abadi.

2. adapun hal yang kedua adalah menyaksikan semua perbuatan yang lalu saat sakratul maut. Manusia di sepanjang hidupnya melalakukan dosa-dosa kecil maupun dosa besar secara bertahab.kemudian setelah beberapa waktu banyak sekali dosanya yang dia lupakan dan ia belum bertobat kepada allah S.W.T, sampai dia merasakan tak pernah melakukan dosa. Dosa-dosa tersebut tak akan dia ingat sehingga dia menutupinya dengan bersenang-senang,padahal semua perbuatan,ucapan,tindakan,moral yang dia lakukan itu tercatat di buku amal mereka.dengan semua amalnya itu dia telah menyediakan api neraka dan siksaan-siksaan baginya.ketika kematian menjemputnya hijab-hijab akan tersingkap di pandanganya.maka sesaat itu ia menyaksikan semua amal yang telah ia perbuat di dunia ini, kemudian dia menyaksikan dengan nyata kehidupan di akheratnya yang tidak menguntungkan dia. Sesaat dia sangat menyesal, namun apa yang bisa di perbuat karena nasi sudah menjadi bubur.mau tidak mau ia harus menerima beban tersebut.

3. yang ketiga adalah menyasikan kedudukannya di akherat yang buruk dan abadi,karena      pelaku maksiat adalah itu tak beriman kepada allah,hari akhir,nabi,dan imamah.atau ia beriman tapi penampakan imannya hanya sekadar formalitas dan tak mengakar dalam dirinya.karena itu ia membenarkan perbuatan-perbuatan khilafnya dan terkadang menghibur dirinya dengan harapan-harapan yang tak pasti,perbuatan-perbuatan yang sepele dan melupakan akibat-akibat yang pasti (bagi semua perbuatannya itu). Tetapi sebagaimana yang diterangkan dalam hadis-hadis,jelang kematian saat ihtidar (keadaan naza’ atau detik-detik kematiaan) tersingkaplah tabir dari mata batinnya.sesaat ia menyaksikan secara nyata posisinya kelak dan hasil-hasil semua amal,pikiran dan moralnya di alam akherat.juga harapan-harapanya musnah.dalam keadaan demikian ia akan mati! Betapa sulitnya pencabutan nyawa dalam kondisi demikian.

4. yang keempat adalah hubungan-hubungan yang permanent putus.ini merupakan aspek lain bagi beratnya pencabutan nyawa bagi orang-orang yang berbuat fasik.dan hal ini merupakan berbedaan dengan kesakitan dan kepedihan jasmani.dalam kesakitan jasmani satu atau beberapa anggota tubuh merasakan sakit dalam sementara dan memindahkan tingkat-tingkat kepedihannya pada diri. Tapi menjelang kematian,ruh manusia akan putus ikatan untuk selamanya dari segenap anggota tubuhnya.ini adalah perkara yang amat berat.semuanya ini (kesulitan-kesulitan dalam kematian ) berhubungan erat dengan orang-orang kafir,kaum dzalim,pemimipin dzalim dan para pendosa.

Dan itulah keempat problema yang akan di alami oleh calon-calon kematian.dan semua orang tidak mengetahui kapan dia mati. Entah besok, minggu depan, bulan depan, tahun depan, bahkan 1 jam lagi. Kita tidak akan menyangka bahwa malaikat izrail telah menanti kita. Mungkin tulisan ini adalah bacaan yang terakhir buat anda. Maka persiapkanlah perjalananmu di alam yang belum di ketahui seorang pun. Yaitu alam akherat.

Comments
  1. islampemuda says:

    Allah……WACH bib mufazik tulisannya!!? mudah-mudahan kita gampang sakaratul maut ya bib,ngeri setelah baca tulisannya antum ini,kalo g ngeri ya berarti siap sudah mati,,ya g’? oia bib,syukran sudah mampir ke islampemuda dan syukran juga udah komen…hehehehe🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s